Liburan ke Kiluan di Akhir Tahun 2016

Trip bareng dengan Tante Idola @eviindrawanto dan eyang @masteguh78

Liburan kali ini sih sebenarnya sudah direncanakan dari 3 minggu sebelum keberangkat ke Kiluan di akhir tahun 2016 yang lalu. Saya, Mas Teguh dan teman-teman @lemestraveler dan Tante Idola @eviindrawanto pun yang datang dari Jakarta ikut dalam ngetrip bareng ke Kiluan ini.

Kapal Jukung siap berangkat menjemput penumpang di Pulau Kelapa
Foto bareng dengan Tante Idola (foto by: tante @eviindrawanto)

Entah kenapa setiap ke Kiluan tak pernah bisa move on dari keindahan Pulau Kiluan atau Pulau Kelapa yang berada di Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung ini. Selain karena keindahan alamnya yang memanjakan mata, perjalanan kemarin bersama keluarga @lemestraveler menghabiskan pergantian tahun di sini begitu berkesan.

Nuh dia wajah anak-anak @LemesTraveler (foto by: bugistraveler.com)
Menikmati suasana Pulau Kiluan di Dermaga penginapan (foto by: @masteguh78)

Pantai yang berpasir putih nan lembut ini, memiliki gradasi air laut yang sangat indah. Gradasi warnanya dari pasir putih lalu hijau tosca, biru muda, hingga biru pekat begitu memesona. Apalagi kita bisa bermain di pasir dan berenang di laut yang tak begitu jauh dari bibir pantai. Pemandangan di sini.menghadirkan daratan Teluk Kiluan berwarna hijau.

Waktunya pulang ke Kota

Bila ingin mendapatkan pemandangan lautan lepas serta bebatuan karang, bisa ke balik pulau. Maka di sini kita akan mendapati lautan biru terhampar tak berbatas mata. Tapi hati-hati, di balik pulau ini ombaknya sangat tinggi. Jadi dianjurkan jangan berenang disini ya.

Terjebak di Pulau yang indah (foto by: bugistraveler.com)

Oh iya di pulau ini juga terdapat kuburan yang dikeramatkan warga. Konon karena kisah kehidupan beliaulah yang akhirnya diabadikan sebagai nama teluk dan pulau ini yakni Kiluan yang berarti permohonan. Jadi sebisa mungkin jaga perilaku dan sikap ya saat berada di sini.

Untuk menuju Pulau Kiluan, pengunjung bisa menyebrang dengan menyewa kapal nelayan dari Teluk Kiluan. Di pulau ini juga tersedia cottage bagi yang ingin menginap di sini dan juga terdapat warung. Tapi jangan takut di sini bebas dari pondokan-pondokan di bibir pantai yang sangat mengganggu pemandangan seperti pantai-pantai lain di Lampung teruyama di Pesawaran dan Lampung Selatan.

Santai di dermaga penginapan
Welfie di Perahu Jukung.. (foto by: bugistraveler.com)

Menghabisakan Waktu di Pulau Kiluan

Bersantai di Teluk Kiluan, Kelumbayan, Tanggamus, Lampung sangat mengasyikan. Debur ombaknya di teluk ini seperti danau, sangat tenang dan tak begitu besar. Apalagi saat kamu berlibur ke sini bersama orang-orang terdekatmu, suasana dan rasanya akan lebih berasa banget. Dan kemarin,saya menghabiskan malam Tahun Baru di sini bersama @lemestraveler . Padahal biasanya saya habiskan pergantian tahun dengan hanya dirumah saja.

Welfie bareng edek-edek emesh om 😀
Penginapan yg ada di Kiluan

Tapi ada yang agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jumlah pengunjung ke sini tak membludak. Ini sangat dirasakan pemilik cottage yang menyebut sejak peristiwa di Laguna Gayau beberapa bulan lalu, pengunjung tak begitu ramai lagi. Meski begitu, rata-rata cottage sudah terisi penuh. Bahkan kapal untuk paket tour lumba-lumba juga ramai dan full. Belum lagi pengunjung yang ke Pulau Kelapa atau Kiluan, buanyak sekali. Mudahan setelah ini Teluk Kiluan kembali ramai lagi karena akses ke Laguna Gayau juga sudah dibuat yang lebih aman oleh warga setempat.

Santai di Pantai

Jarak Tempuh

Oh iya kemarin perjalanan yang dilakukan kurang lebih 2,5 – 3 jam saja dari Bandar Lampung dengan jalan santai. Sudah banyak jalan yang dulunya paling rusak parah sudah dirigid beton. Seperti di Bawang, Punduh Pidada, di sekitar tambak udang, dan lainnya.

Jalan jeleknya tinggal sedikit setelah Bawang dan jalan arah menuju Kiluan setelah pasar Bawang. Ditambah beberapa jalan aspal yang mengelupas di daerah Way Ratai dan Marga Punduh. Tapi secara umum jalannya sudah lumayan bagus dan mantab.

Habis bermain air dengan edek emesh uni otewe di Pulau Kiluan (foto by: bugistraveler.com)
Sunset di Pulau Kiluan.. (foto by: grup line #LemesTraveler)
Om lagu ngapain sih!!
Kalau melihat air begini pasti mau mandi deh
Duh om lihat siapa sih!! (foto by: @feriakabudi)

Rincian Harga Cottage, Makan, Tour Dolphin, Pulau Kelapa dan Laguna Gayau

-. Cottage isi 2 kamar   Rp. 500.000,-

-. Makan 1 kali     Rp.   25.000,- (Per Orang)

-. Tour Dolphin     Rp. 300.000,- (1 Kapal isi 3 Orang)

-. Masuk Pulau Kelapa Rp.    5.000,-  (Per Orang)  

-. Laguna Gayau     Rp.    5.000,-  (Per Orang)

Wow… si om foto seksi 😀
Om foto bareng dengan dedek emesh mala
Seksi banget sih om (foto by: @masteguh)

@fajrinherris

Sungai Batu Rinding Green Canyon Versi Mininya Lampung

Segar habis mandi
Segar habis mandi

Berawal dari melihat postingan Mas Teguh di Instagram rasa penasaran itu akhirnya terbayar juga untuk berkunjung ke Sungai Batu Rinding. 😀

Nih dia Sungai Batu Rinding Green Canyon Versi Lampung
Nih dia Sungai Batu Rinding Green Canyon Versi Lampung
Siap Jebur #Kancutan :D
Siap Jebur #Kancutan 😀

Setelah pulang dari Kiluan tanggal 1 Januari 2017 kemarin saya bersama teman-teman @LemesTraveler memutuskan untuk berkunjung ke Sungai Batu Rinding yang berada di Dusun Kecapi, Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran – Provinsi Lampung.

Nih dia wajah-wajah anak-anak @LemesTraveler (Foto by: @masteguh)
Nih dia wajah-wajah anak-anak @LemesTraveler (Foto by: @masteguh)

Perjalanan yang dilakukan membutuhkan waktu sekitar 1 jam setengah dari Kiluan menuju daerah Padang Cermin. Lalu sebelum polsek, ada di sebelah kiri jalan plang Yayasan Nurul Islam. Ikuti jalan aspal lurus saja. Tak lama bertemu pertigaan dan belok kanan. Lalu bertemu jembatan gantung yang lumayan aduhai dan jalan berbatu menanjak yang lumayan bikin ngos-ngosan. Sesampai di depan warung berwarna hijau, titip motor di tempat yang ada.

Jalan setapak menuju Sungai Batu Rinding
Jalan setapak menuju Sungai Batu Rinding
Sudah mau sampai
Sudah mau sampai

Barulah dilanjutkan dengan menyelusurin jalan setapak, sekitar 10 menit menerabas ilalang dan kebun. Kita bisa langsung turun ke sungai berair hijau yang sejuk banget airnya.
Saya pun tak menyia-nyiakan untuk mandi di sini. Padahal saya awalnya tidak ingin mandi, tapi apa daya airnya begitu menggoda. Akhirnya saya jebuuur. Bahkan kami juga sempat lompat dari atas tebing. Tapi ingat ini hanya buat yang bisa berenang dan andrenalinnya berani ya. 
Buat yang biasa-biasa aja, duduk di batu di bawah guyuran air saja dah cukup menyenangkan serta mengasyikkan. Katanya ada yang nyebut mirip Green Canyon tapi ini versi mininya deh karena tebing sungainya nggak begitu panjang.

Sungai Batu Riding/Rinding di Dusun Kecapi, Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran, Lampung ini. Selain airnya sejuk dan menyegarkan, di Green Canyon mini ala Lampung ini, airnya juga bersih dan sepi banget. Berasa kolam milik sendiri.

Adi bugistraveler.com sedang santau di bebatuan
Adi bugistraveler.com sedang santau di bebatuan
Feri terjun dari ketinggian 2 meter (Foto by: @masteguh)
Feri terjun dari ketinggian 2 meter (Foto by: @masteguh)

Ditambah lagi di dekat ini ada sumber air panas lho. Hayo yang sudah ke sini nemu nggak sumber air panasnya? Serukan habis basah-basahan dingin bisa rendam dikit pakai air panas. Tapi jaga perilaku ya, kan biasanya di tempat pertemuan antara air panas dan dingin ada.

Anak-Anak @LemesTraveler sedang bersantai di atas batu
Anak-Anak @LemesTraveler sedang bersantai di atas batu
Nih dia Jembatan Aduhainya
Nih dia Jembatan Aduhainya
Jalan anderlak menuju Sungai Batu Rinding
Jalan anderlak menuju Sungai Batu Rinding

Eh iya tempat ini sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Bahkan dua tahun lalu, banyak warga yang berwisata ke sini. Tapi akibat banjir bandang beberapa waktu lalu, Batu Riding mulai sepi dikunjungi. Bahkan jalan setapaknya saja sudah dipenuhi ilalang. Kemarin juga sempat ngobrol dengan pemuda setempat untuk dikelola lagi dan jadi masukan buat desa.

Sungai Batu Rinding
Sungai Batu Rinding

Contohnya untuk parkir saja. Disaat mau bayar parkir, bapak dari suami ibu penjaga warung itu bilang kepada kami seikhlasnya saja mas dan kami pun patungan untuk bayar biaya parkir tersebut. Buat yang berkunjung jangan lupa jajan di warung si ibu yang baik hati itu ya.
Lokasi Sungai Batu Riding/Rinding, Dusun Kecapi, Desa Padang Cermin, Kecamatan Padang Cermin, Kab.Pesawaran – Prov.Lampung.

Rute: bisa juga dari Kota Bandar Lampung – Padang Cermin menempuh jarak sekitar 2 jam

@fajrinherris

Harga, Rute dan Jadwal Keberangkatan Bus DAMRI Bandar Lampung – Jakarta

20161228_204711
Bus Damri Royal Class

Menuju Jakarta dari Lampung dan juga sebaliknya. Ada banyak pilihan, bisa lewat udara ataupun kombinasi antara lewat darat dan laut. Pilihan terakhir menempuh jalur darat dengan menggunakan armada Bus Damri. Tentu  masing-masing angkutan memberikan pengalaman berbeda sesuai kebutuhan konsumen.

Namun kali ini saya akan  mencoba membahas salah satu  moda transportasi aman, nyaman dan relatif murah yang kerap digunakan masyarakat untuk berkunjung ke Lampung. Moda transportasi darat ini adalah bus Damri. Konon, moda transportasi ini menjadi pilihan favorit masyarakat Lampung yang akan menuju ke Jakarta, Bogor, Bandung, Bekasi, dan begitu sebaliknya.

 

Kelas yang dilayani Damri Lampung adalah kelas Bisnis AC, Executive, dan Royal Class. Fasilitas Bus Damri Lampung untuk Kelas Bisnis AC dan Executive menggunakan konfigurasi kursi 2-2 sedangkan Damri Royal Class menggunakan konfigurasi kursi 1-2. Anda juga akan mendapatkan snack dan minuman selama dalam perjalanan.

Berikut informasi daftar harga dan jadwal kebarangkatan bus DAMRI LAMPUNG:

Bisnis AC

Bandar Lampung – Jakarta (Gambir): Rp 155.000

Bandar Lampung – Bekasi: Rp 170.000

Bandar Lampung – Bandung: Rp 190.000

 

Executive

Bandar Lampung – Jakarta (Gambir): Rp 200.000

Bandar Lampung – Bogor: Rp 215.000

Bandar Lampung – Bandung: Rp 225.000

 

Royal Class

Bandar Lampung – Jakarta (Gambir): 230.000

Bandar Lampung – Bogor: 250.000

Bandar Lampung – Bandung: 260.000

Bandar Lampung – Bekasi: Rp 245.000

 

Jadwal Keberangkatan Damri Lampung

Bandar Lampung – Jakarta (Gambir)  : Pagi Jam 08.00 – 10.00 dan Malam Jam 20.00 – 21.00

Bandar Lampung – Bogor: Malam Jam 21.00

Bandar Lampung – Bandung: Malam Jam 20.00 – 21.00

Bandar Lampung – Bekasi : Malam Jam 21.00

 

Trayek yang Dilayani

-.Tanjung Karang – Jakarta (Gambir)

-.Tanjung Karang – Bogor

-.Tanjung Karang – Bekasi

-.Metro – Jakarta (Gambir)

-.Metro – Bekasi

-.Metro – Bogor

-.B.Lampung – Kampung Rambutan

-.B.Lampung – Depok

-.Pringsewu – Jakarta

-.Pringsewu – Bandung

-.Talang Padang – Jakarta (Gambir)

-.Talang Padang – Bandung

-.Kota Agung – Jakarta (Gambir)

-.Bandar Jaya – Jakarta (Gambir)

-.Gaya Baru – Jakarta (Gambir)

-.Kotabumi – Jakarta (Gambir)

-.Tanjung Karang – Yogyakarta

 

Agen Bus Damri Lampung

Alamat : Pol Damri Stasiun KA Tanjung Karang, Bandar Lampung

Nomor Layanan:

-.Loket Damri Stasiun Kereta Api Tanjung Karang: 0812-4147-4455

-.Loket Pool Damri Rajabasa: 0823-2500-0101

-.Loket Pool Damri Rajabasa: 0721-706532 Khusus ke Yogyakarta

 

NOTE : harga tiket diatas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti situasi nasional dan kebijakan pemerintah. untuk memastikan update harga terbaru anda dapat menghubungi Agen Pol Damri Lampung.

@fajrinherris 

 

Perjalanan Murah Meriah Ala Seorang Backpacker ke Surabaya dari Lampung

20161121_052751
Yang dibawa ini lah

Sebelumnya pernah nulis tentang Kisah Perjalanan Backpackeran Seorang Gadungan Lampung – Jakarta. Walaupun memakan banyak waktu tapi tidak ada masalah kan untuk melakukan perjalanan murah, murah tapi enggak sekedar murahan lho.

Penasaran? Yuk mari simak ya…

Dengan menjadi backpacker anda akan mengeluarkan biaya lebih murah dan hemat sampai 50% dari biaya menggunakan pesawat terbang. Melakukan perjalanan dengan menjadi seorang backpacker adalah pilihan jika nilai ekonomis yang anda cari. Disamping itu dengan menjadi backpacker anda dapat menikmati keanekaragaman setiap daerah selama perjalanan. Apalagi bisa menuju sebuah Kota Surabaya dengan harga murah pasti memberikan kepuasan tersendiri. Jangan khawatir anda tidak sendiri ada banyak sekali backpacker di Surabaya dan sekitarnya. Beberapa orang memang lebih memilih kenyamanan dan waktu yang cepat dalam melakukan perjalanan liburan. Akan tetapi tidak dapat menikmati ragam keindahan sepanjang perjalanan. Perjalanan liburan ke Surabaya dengan cara backpacker bisa dengan menggunakan kereta api dan dikombinasi dengan kapal laut dan bus, istilah rakyat nya adalah ngeteng.

Perjalanan Murah Meriah ke Surabaya dari Lampung

Ini adalah panduan step by step Perjalanan ke Surabaya dari Lampung dengan menggunakan kombinasi transportasi bus, kapal laut dan kereta api. Waktu perjalanan yang dibutuhkan kurang lebih 20jam termasuk istirahat makan untuk sampai ke Surabaya – Jawa Timur.

  • Dari Lampung menggunakan Bus jurusan Rajabasa – Bakauheni. Naik dari Terminal Rajabasa menuju Pelabuhan Bakauheni. Waktu perjalanan di tempuh sekitar 2 jam setengah.
  • Sampai di Pelabuhan Bakauheni Lampung membeli tiket Kapal Ferry.
  • Jika lancar perjalanan laut bisa di tempuh sekitar 2 jam dan jika telat bisa-bisa sekitar 3/4 jam perjalanan untuk sampai di Pelabuhan Merak Banten.
  • Sampai di Pelabuhan Merak Banten naik Bus yang jurusan Merak-Tanjung Priok, dengan menempuh perjalanan sekitar 2/3 jam untuk sampai di Terminal Tanjung Priok Jakarta
  • Setelah tiba di Terminal Tanjung Priok kembali naik Metro Mini yang jurusan Tanjung Priok – Pasar Senen.
  • Sampai di Stasiun Senen Jakarta membeli tiket kereta api yang jurusan Pasar Senen Jakarta – Pasar Turi Surabaya dengan Kereta Api Gumarang atau lainnya.
  • Jadwal keberangkatan nya sekitar jam 15.45 wib dari Stasiun Senen Jakarta dan sampai di Surabaya jam 03.20 wib.
  • Jika tidak mau mengantri membeli tiket kereta api kamu bisa pesan di www.tiket.kereta-api.co.id atau www.tiket.com itu sendiri.

 

Perkiraan Biaya yang di keluarkan:

Bus Ekonomi Jurusan Rajabasa-Bakauheni = Rp.23.000

Tiket Kapal Ferry = Rp.13.000

Bus AC Jurusan Merak-Tanjung Priok = Rp.26.000

Metro Mini Tanjung Priok-Pasar Senen = Rp.4.000

Kereta Api Gumarang Kelas Ekonomi = Rp.200.000

Total Rp.266.000,-

Dan jauh lebih murah kan dari naik Pesawat? Untuk kalian yang menyukai perjalanan Backpacker murah pasti bisa menyesuaikan dengan kondisi, atau kamu yang mau hemat dan punya banyak waktu bisa menikmatinya. Berjalanlah Sesuai Isi Hati 😀

-Setiap Perjalanan Mempunyai Sebuah Cerita dan Cinta-

@fajrinherris

Satu Hari Berkunjung Empat Destinasi #MenduniakanMadura (Part II)

SALAH satu obyek wisata yang sangat ingin saya datangi saat menginjakkan kaki di Madura adalah Air Terjun Toroan. Sebab, kali pertama melihat air terjun ini di Instagram, saya sangat tergoda akan keindahan dan keunikannya. Makanya saya sangat ingin mengunjunginya. 
 
Dan di hari kedua #MenduniakanMadura, saya sangat beruntung karena berkesempatan bertandang ke  Air Terjun Toroan. Akhirnya saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri, salah satu keunikan air terjun ini yakni curahan airnya langsung jatuh ke laut lepas.
20161123_082136
Yes akhirnya ke Air Terjun Toroan Madura 😀
Air Terjun Toroan
Air Terjun Toroan memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Ia berada di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Kebetuan, lokasinya masih berada satu kawasan dengan Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa.
Rasanya kali pertama melihat Air Terjun Toroan, ingin sekali menyeburkan diri di bawah guyuran airnya sambil menikmati sensasi yang ditawarkan. Namun sayangnya, kami tidak boleh mandi. Karena di bawah air terjun tersebut, terdapat palung sangat dalam. Bahkan sudah banyak korban meninggal karena nekat berenang di situ.
Ya akhirnya saya hanya bisa menikmati sambil mengabadikan keindahan air terjun yang masih sangat alami ini dengan kamera saya. Saya pun berikir, bila obyek wisata ini dikelola secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Madura, kemungkinan Air Terjun Toroan bisa jadi obyek wisata unggulan yang bisa mendatangkan banyak wisatawan.
TPI Pasongsongan
Tak berapa lama, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Pasongsongan melalui jalur Pantura. Pelabuhan ini berada di daerah Sumenep. Kami ke sini sebelum melanjutkan perjalanan mengunjungi Pulau Giliyang. Di Pelabuhan ini, kami mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk melihat berbagai ikan segar yang ditawarkan di sana yang jadi produk unggulan pelabuhan ini.
20161123_095717
Welfie bareng dengan ibu-ibu penjual ikan di TPI Pasongsongan Sumenep
Adapun TPI Pasongsongan dikelola pemerintah provinsi, dan ini menjadi TPI terbesar yang ada di Madura. Uniknya, di sini hampir semua penjual ikannya adalah para ibu-ibu. Saya pun sempat bertanya mengenai hal itu, dan ternyata dikarenakan adanya pembagian peran dan tugas dalam rumah tangga. Sebab, para bapak-bapaknya bertugas yang mencari ikan di lautan.
_dsc0094
Suasana di Pelabuhan Pasongsongan Sumenep,Madura (Foto by: Grup WA)
_dsc0101
Seorang ibu menjual Ikan (Foto by: Grup WA)
20161123_100042
Kapal sedang bersandar (Foto by: Grup WA)
DCIM102MEDIA
Welfie di Pelabuhan Pasongsongan Sumenep, Madura (Foto by: Grup WA)
Pulau Giliyang
Setelah dari TPI Pasongsongan, kami melanjutkan perjalanan ke Dermaga Dungkek Sumenep. Dari dermaga ini, kami menaiki kapal bermuatan sekitar 25 orang untuk menyebrang ke Pulau Giliyang. Waktu yang dibutuhkan untuk menyebrang memakan waktu sekitar satu jam perjalanan. Selama perjalanan itu, kami disuguhi pemandangan laut yang begitu luas dan sangat biru.

Dan setelah memakan waktu satu jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Pantai Pulau Giliyang. Dari pantai ini saja, kami bisa melihat jelas kalau pantai di sini sangat terjaga. Setelah peserta turun dari kapal, kami naik Odong-odong/Dorkas menuju ke homestay yang sudah disediakan panitia.

Homestay yang kami tinggali ini adalah salah satu fasilitas yang dibangun BPWS. Selain homestay, ada juga jalan paving dan tempat air bersih di Giliyang.
_dsc0117
Selamat Datang di Pulau Gili Iyang
Pulau Giliyang sendiri dikenal sebagai daerah yang memiliki kadar oksigen terbaik di dunia nomor dua setelah Jordania. Dan ini membuat Giliyang sangat tepat untuk dipilih jadi destinasi wisata. Sayangnya karena hujan, kami tidak bisa ke Titik Nol Oksigen di Giliyang. Ini dilakukan untuk keselamatan kami juga, karena akses ke sana sangat sulit.
Saya sempat bertanya dengan pengemudi Odong-odong, terkait penduduk di Pulau Gliyang yang dikenal memiliki umur yang panjang. Ia pun mengatakan, rata-rata penduduk di sana bisa mencapai usia 85-150 tahun. Bahkan sampai saat ini, masih ada penduduk yang berusia sangat lanjut.
Goa Mahakarya
Selain memiliki pemandangan indah, Pulau Giliyang juga menyimpang surga tersembunyi lain yang patut dikunjungi yakni Goa Mahakrya. Goa ini terletak di Desa Banraas atau sekitar 3 kilometer dari homestay.
Goa Mahakarya memiliki luas sekitar 800 meter persegi dan terbagi mejadi tujuh ruangan yang bisa disinggahi dan nikmati. Kondisi di dalam goa sangat gelap karena penerangannya yang ada sangat terbatas. Makanya kami saat berkunjung ke sini, sangat was-was.
Saat memasuki goa, tepat di lorong awal, kami harus menundukkan badan hingga 90 derajat. Ini dilakukan agar kepala tidak terbentur batu di sekitar goa. Di dalam goa, kami tak hanya mendapatkan bebatuan saja, tapi ornamen stalaktik dan stalakmik yang menjuntai indah ke bawah menawarkan keeksotisan tersendiri.
Di dalam goa juga ditemukan bebatuan yang bersinar karena tergandung butiran-butiran kecil yang apabila terkena sinar akan memancarkan kilau yang sangat indah seperti mutiara. Jika berkesempatan berkunjung ke Goa Maharkarya, bisa meminta guide untuk mengantarkan ke dalam.
Adapun saran saat berada di Goa Mahakarya
1.      Jangan lupa membawa senter untuk penerang
2.      Jaga kelestarian goa dengan tidak mencoret-coret dinding
3.      Harap selalu berhati-hati karena sepanjang jalan di dalam goa banyak bebatuan.
Pantai Ropet
Pantai Ropet Pulau Giliyang juga bisa jadi obyek wisata yang wajib dikunjungi. Karena pantai ini memiliki keunikan sendiri, yaitu memiliki bebatuan sangat indah di bibir pantai dan pengunjung j bisa menikmati sunrise.
20161124_054438
Welcome to Pantai Ropet Gili Iyang
Pantai Ropet sangat indah dan alami. Sebelum memasuki pantai Ropet, pengunjung bisa melihat fosil dan tulang belulang ikan Paus.
img_2419
Fosil Ikan Paus (Foto by: Grup WA)
Itulah sekelumit beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi di Pulau Madura. Bagi yang berkunjung ke Madura, terutama ke Sampang dan Sumenep, jangan lupa datang ke Air Terjun Toroan, Pelabuhan Pasongsongan, Pulau Giliyang, Goa Mahakarya, dan Pantai Ropet. Karena lima destinasi wisata ini jadi unggulan Pulau Madura. Lalu bagaimana destinasi wisata lainnya di pulau penghasil garam ini? Simak di tulisan selanjutnya. (*)
P.S : Tulisan ini merupakan catatan perjalanan dari satu rangkaian acara Famtrip Menduniakan Madura bersama Komunitas Blogger Madura (Plat_M) dan Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS)

@fajrinherris

Menjelajah Madura, #MenduniakanMadura (part 1)

20161122_071256
Jembatan Suramadu dari sisi Kota Surabaya

SEBELUM berangkat ke Madura, saya mau sedikit bercerita bahwa selang satu hari dari kepulangan saya dari Jakarta, saya dapat WhatsApp dari Tante @eviindrawanto. Beliau bertanya, “Mau tidak kamu jrin ikutan acara #MenduniakanMadura, tanggal 22-25 November 2016 bersama Blogger Nasional dengan biaya sendiri?”.

Di situ saya sempat berdiam sejenak membaca Whatsapp tersebut. Kenapa? Karena saya merasa bukan apa-apa, dan selama ini hanya seperti butiran debu di meja Kedai Aceh saja. Tapi lalu saya berpikir, tak ada salahnya mencoba ikutan acara tersebut, siapa tahu beruntung terpilih dan berangkat untuk #MenduniakanMadura bersama para blogger nasional. 😀

Setelah itu, saya whatsapp tante @eviindrawanto dan diberi kontak tante @indahjuli untuk bertanya tentang acara tersebut. Terus saya langsung menghubungi tante @indahjuli untuk menanyakan tentang acara #MenduniakanMadura. Tante @indahjuli pun menjelaskan acara itu digelar oleh Blogger Madura Plat_M dan saya diberi kontak mas @WahyuAlam untuk tanya tentang pendaftaran. Tanpa basa basi, saya pun langsung mendaftar kepada Mas Wahyu langsung.

20161122_123056
Welfie bareng dengan Bunda Indah Juli di Pembangunan Rest Area sisi Madura

Selang satu minggu dari pendaftaran, saat pengumuman saya ditanya mbak @melfeyadin apakah dapat email dari Mas Wahyu Alam dan saya menjawab, belum ngecek email. Lalu ia mengatakan, ia telah mengecek ada nama mas saya di situ. Saya penasaran, akhirnya saya cek email dan benar ada email tersebut. Sempat binggung, seorang #penulisgadungan bisa lolos ikutan acara #MenduniakanMadura bersama 40 Blogger dari berbagai daerah, seperti dari Sumatera Utara, Lampung, Jakarta, Bandung, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur

img-20161025-wa0000
Email dari mas Wahyu Alam
20161121_021951
Pelabuhan Bakauheni Lampung (Perjalanan dimulai)
20161121_060820
Pelabuhan Merak (Perjalanan dimulai kembali)

Perjalanan pun dimulai. Saya berangkat dari Lampung pukul 00.30 WIB, Minggu malam Senin menuju Jakarta. Lalu sampai Jakarta, Senin pagi dan terus melanjutkan perjalanan ke Surabaya dengan kereta api pada pukul 15.45 WIB dari Stasiun Senen. Di stasiun, saya bertemu mbak @aprijanti yang sama-sama akan datang ke event #MenduniakanMadura bersama BPWS.

Setiba di Stasiun Semarang, saya kembali bertemu mas @SalmanFaris. Kami bertiga pun satu kereta menuju Surabaya. Kami sampai di Stasiun Pasar Turi Surabaya pada pukul 03.20 WIB. Kami pun sudah ditunggu panitia acara #MenduniakanMadura. Sambil menunggu mbak @miraimut, yang akan tiba pukul 06.00 WIB, kami betiga meletakkan barang ke dalam mobil, lalu kami ngobrol sambil ngopi di sebuah mini market di dekat stasiun sambli menuggu pagi.

20161122_033316
Akhirnya sampai juga di Surabaya (Mbak Aprie dan Mas Salman)

Setelah mbak Mira Utami datang, kami pun langsung berangkat menuju Kantor BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Surabaya – Madura) yang ada di Kota Surabaya. Sesampainya di sana, sambil menunggu peserta lainnya dari berbagai daerah, kami sarapan Nasi Serpang yang merupakan makanan khas dari Bangkalan-Madura yang sudah disediakan panitia.

20161122_072525
Nasi Serpang
20161122_113421
Reunian dengan Berbie @atanasia_rian & mas @HalimSantoso di Madura

Kisah Hari Pertama 

Setelah perserta berdatangan, kami bersiap-siap menjelajah Madura dari tanggal 22-25 November 2016. Kami dijadwalkan berkeliling empat kabupaten di Madura, seperti Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

img-20161122-wa0047
Foto bersama dengan jajaran direksi BPWS (Foto By: @PardiCukup)

Sebelum menjelajah Madura, sebagian peserta ada yang mengikuti rapat bersama pihak BPWS dan ada juga yang berkeliling ke Area Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya. Setelah selesai mengikuti pembukaan acara #MenduniakanMadura bersama BPWS, peserta dan panitia langsung berjalan menuju pembangunan rest area yang berada di sisi barat Jembatan Suramadu wilayah Madura.

Di kawasan ini, masih dalam tahap pembangunan. Nantinya di sini akan ada Islamic Center dan fasilitas lainnya. Setelah berkunjung ke pembangunan rest area, kami melanjutkan perjalanan ke Desa Tolbuk, di Kecamatan Klampis, Bangkalan, untuk melihat area yang akan dijadikan kawasan pengembangan BPWS. Rencanya di daerah tersebut akan dibangun pelabuhan internasional lho.

20161122_123044
Lokasi Pembangunan Rest Area sisi Madura
klampis
Ini lokasi pembangunan Pelabuhan Internasional Madura (Foto By: Silvi)

Setelah selesai mampir di Klampis, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke Desa Batioh Kec.Banyuates, Kab.Sampang melalui jalur Pantura. Di desa ini, kami akan untuk bermalam.

Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa

Sesampainya di homestay, peserta beristirahat sebentar sambil meletakkan barang bawaan. Lalu kami menuju Pantai Nepa yang lokasinya tidak begitu jauh dari penginapan. Dengan berjalan kaki, kami sampai di Pantai Nepa dan di situ saya melihat hamparan pasir putih yang luar biasa indahnya, ditambah deburan ombak Pantai Nepa yang tenang.

Pantai Nepa sendiri akan dijadikan wisata unggulan Desa Batioh. Tapi sangat disayangkan, di pinggir pantai masih terlihat banyak sampah. Dan tentu saja itu sangat membuat sedih. Harapannya ada kesadaraan masyarakat di sekitar Pantai Nepa juga tentunya pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan di pinggir pantai.

Tak jauh dari Pantai Nepa, ada Hutan Kera Nepa yang didalamnya banyak kera-kera berkeliaran bebas. Di hutan kera tersebut, kita bisa melihat di kanan kiri sisi hutan dan segerombolan kera yang berkeliaran bebas.

hutankera
Gerbang masuk ke Hutan Kera Nepa (Foto by: halodito)

Menurut penuturan Suud Ali, pemandu di hutan kera, ada dua kerajaan kera di sana yakni kubu utara dan selatan. Bila ingin berkunjung, lebih baik didampingi pemandu agar dapat infomasi tentang Hutan Kera Nepa dan lainnya. Tiap pengunjung juga diminta berhati-hati bila membawa makanan karena takutnya kera tersebut langsung mengambil makanan yang dibawa. Selama di sini, coba panggil kera dengan berteriak “Le ole ole“. Makan kera-kera akan berdatangan.

hutan-kera
Kera yang ada di Hutan Kera Nepa (Foto by: silvi)
img_20161122_204422
Ini apa ya nama nya *Lupa (Foto by: Grup WA)

#MenduniakanMadura Melintasin Jembatan Suramadu https://youtu.be/faunAh5rl70 via @YouTube

Dan bila berkunjung ke Madura, tepatnya di Kabupaten Sampang, jangan lupa kamu harus sempatkan datang ke Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa. Karena dua destinasi wisata ini juga jadi unggulan dari Pulau Madura.  Lalu bagaimana destinasi wisata lainnya di pulau penghasil garam ini? Simak ditulisan selanjutnya. (*)

Menikmati Kuliner Khas Surabaya, Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih

20161125_180604
Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih

Nah, jika berkunjung ke suatu daerah kurang lengkap kalau tidak merasakan kuliner khas di daerah itu tersebut. 😀

Kemarin saya berkesempatan berkunjung ke Kota Surabaya setelah pulang dari Kota Madura, jadwal keberangkatan kereta saya hari itu jam 21.00 dari Stasiun Pasar Turi menuju Stasiun Senen Jakarta. Jadi masih ada waktu lumayan lama sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Lampung.

Karena waktu sudah menunjukan pukul 18.30 kami sampai lupa waktu kalau sudah jam makan malam, karena keasyikan mengobrol bareng dengan kakak-kakak Travel Blogger Rifqy, Dou Mesraberkelana, kakak ndop, mbak imalavins, Mas Halim Santoso dan Mas Timo_wP disebuah Mall Plaza Tunjungan yang berada di Kota Surbaya.

img-20161201-wa0010
Bersama Kakak-Kakak Travel Blogger Jawa Timur, Jawa Tengah Dan Jakarta Makan Sate Klopo (Foto By: @HalimSantoso)

Dan Mbak Maulidia merecomendedkan kalau mau makan di Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih saja. Wah boleh tuh makan sate klopo,kalau begitu kita kesana saja nanti untuk menyantap makanan khas surabaya tersebut.

Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih Surabaya kuliner yang satu ini memang cukup unik, karena sajian utamanya adalah sate kelapa dengan proses pemanggangan yang sempurna. Tentu setelah itu sate kelapa yang dipanggang tadi diberikan parutan kelapa, tidak lupa diberi bumbu rempah-rempah khas Sate Klopo Ondonehen Ny.Asih Surabaya itu sendiri.

Saat dihidangkan, sate kelapa yang disuguhkan tidak lupa di campur dengan bumbu kacang, irisan cabe dan irisan bawang merah.

Disini juga tersedia menu sate seperti daging sapi, daging ayam, udang dan usus. Tempat kuliner Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih ini tidak pernah sepi lho dari pengunjung dari daerah surabaya maupun luar surabaya.

Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih Surabaya yang beralamat di Jalan Walikota Mustajab No.36, Surabaya – Jawa Timur

Tempatnya sih tidak begitu mewah dan besar Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih dan harga 1 porsi Sate Ayam nya hanya sekitar Rp.25.000,- lho.

Nah kemarin saya makan Sate Klopo Ondomohen Ny.Asih Surabaya habis 2 piring lho, sumpah karena enak dan masakan nya sangat nikmat makanya sampai nambah.. 😀

Sumber foto-foto: @fajrinherris dan @halimsantoso

@fajrinherris

Penulis & Traveler Gadungan